Halaman

Senin, 09 Januari 2012

Hukum Ibarat Pisau yang Tajam Sebelah

sesuatu yang miris saat saya membaca koran hari ini. Pada halaman pertama terdapat sebuah artikel dalam Kompas yang berjudul "Remaja 15 Tahun Dituntut Tujuh Bulan". artikel tersebut menceritakan sebuah anak yang melakukan penjambretan yang berisikan uang Rp 1000 dituntut penjara selama tujuh bulan. hanya 1000 dan seorang anak bahkan dia belum memiliki KTP serta seharusnya belum masuk dalam hukum sudah dikenakan sanksi yang begitu tegas.

dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa anak tersebut tidak sekolah selama tiga bulan karena dalam penahanan. padahal uang yang dicurinya tidak seberapa dibandingkan dengan para koruptor yang telah membuat Indonesia bangkrut. Jika anak tersebut terus menerus tidak sekolah maka dikhawatirkan dia akan tertinggal pelajaran. dilihat dari dampak psikologis anak tersebut pasti akan minder jika bertemu dengan teman-temannya. jika seperti itu maka dikhawatirkan dia akan keluar dari sekolahnya. maka seorang anak bangsa yang menjadi harapan suatu negara sudah hancur masa depannya. jika sudah begitu, mau dibawa kemana bangsa kita? siapa yang akan meneruskan bangsa ini?

ada satu hal juga yang saya sesalkan pada halaman selanjutnya terdapat artikel dengan judul "Terdakwa Korupsi Kembali divonis Bebas di Semarang". hukum macam apa yang ada di Indonesia. orang yang seharusnya dikenakan sanksi malah dibebaskan. sementara rakyat kecil yang hanya seberapa dianggap melakukan kesalahan yang fatal.

jika jawabannya karena hukum itu tidak pandang bulu. seharusnya orang yang berkerah juga dikenakan hukuman yang semestinya bukan? kalau seperti ini hukum itu hanya berat sebelah. jika dilihat pula hukum itu ibarat sebilah pisau. satu sisi tajam dan satu sisi tumpul. pisau tersebut hanya tajam ke arah rakyat kecil. sementara sisi lain tumpul.

saya berfikir, bagaimanakah nasib bangsa ini sekarang? akankah kita menunggu datangnya kehancuran bangsa Indonesia. saya kira tidak. kita bisa bangkit dan memperbaiki sistem yang ada. pemuda indonesia haruslah berkualitas. agar bisa memperbaiki kesalahan di masa lalu. bangsa kita bangsa yang cerdas. seharusnya belajar dari kesalahan yang ada. jika para pemuda sudah siap untuk memajukan bangsa pasti hal ini tidak akan terulang kembali.
HIDUP MAHASISWA!!

dialog dengan pedagang candil

Saya mendapat pengalaman ketika tinggal di kota Bandung. pengalaman ini saya dapatkan ketika saya hendak membeli makanan. Saya berjalan ke arah Darul Tauhid. Di sana memang banyak sekali jajanan. saat itu adzan Ashar berkumandang. banyak orang-orang yang berjalan ke arah masjid untuk menunaikan shalat ashar.

pada saat itu saya sudah memutuskan untuk membeli lumpia basah dan candil. arah kedua jajanan ini memang tidak jauh. ketika saya melihat ke arah jajanan candil penjualnya tidak ada. yang ada hanya gerobaknya saja. dia meninggalkan barang dagangannya di pinggir jalan. saya tunggu beberapa saat sambil membeli lumpia basah.

setelah beberapa menit menunggu akhirnya penjual tersebut muncul juga. saya menghampiri tukang candil tersebut sambil berdialog dengannya.

"mas saya beli dong dua." kata saya.
"iya." kata penjual candil.
"mas-mas tadi shalat dulu ya?" kata saya
"Iya teh." kata penjual candil.
"dagangannya ditinggal?"
"iya ditinggal."
"nanti kalau ada yang ngambil gimana tuh?"
"ya ngga apa-apa ambil aja"

subhanallah! saya benar-benar kagum dengan pedagang candil tersebut. dia benar-benar seorang yang taat kepada agamanya. memang seharusnya sesibuk-sibuknya seseorang ketika saatnya shalat dia memang harus meninggalkan dagangannya.

sekarang ini memang banyak orang yang lebih mementingkan harta dibandingkan dengan agama. jika ditanya, "kenapa ngga shalat, kan sudah adzan?" pasti jawabannya "tanggung, nanti dagangan saya bagaimana."

dari dialog tersebut saya harap bisa mengambil hikmahnya. sesibuk apapun kita, jangan pernah kita meninggalkan shalat ataupun menomor duakan agama. karena dunia ini hanyalah sementara. yang kekal adalah akhirat.

Rabu, 14 Desember 2011

Soekarno Berkata : Bawakan Aku Tujuh Pemuda Maka Aku Akan menggentarkan Dunia

“Bawakan aku tujuh orang pemuda dan aku akan mengguncang dunia”
Itu adalah kata-kata presiden pertama Republik Indonesia Soekarno. Dari kata-katanya terlihat jelas bahwa dia sangat mengandalkan peran para pemuda. Soekarno tidak mengatakan kaum tua dia hanya mengatakan pemuda. Soekarno juga tidak mengatakan bawakan aku seratus orang pemuda, dia hanya mengatakan bawakan aku tujuh orang pemuda.
Ada apa dengan Soekarno? Mengapa dia mempercayakannya kepada tujuh orang pemuda? Seperti yang kita tahu, pada zaman perang kemerdekaan pemuda mempunyai peran penting bagi kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Kaum pemuda berusaha keras untuk merebut kemerdekaan tersebut melalui berbagai jalur. Ada yang melalui peperangan fisik seperti para laskar pemuda ataupun tentara pelajar. Tetapi ada pula yang melaksanakannya dengan cara intelektual, menghasilkan suatu karya atau dengan kegiatan diplomasi seperti Chairil Anwar.
Saat peristiwa Sumpah Pemuda berlangsung, kegiatan itu dipelopori oleh kaum muda dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk pertama kalinya dilaksanakannya suatu kegiatan yang dapat mempersatukan seluruh pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Kegiatan tersebut akhirnya menghasilkan suatu karya besar yang dinamakan “Sumpah Pemuda”. Sumpah pemuda ini terdiri atas tiga buah sumpah.
Selain dari peristiwa sumpah pemuda, kita dapat melihat tentang Proklamasi. Memang proklamasi dibacakan oleh Soekarno dan Hatta. Sebagai dua proklamator Indonesia. Hanya saja kita tidak dapat menyangkal sejarah bagaimana proses hingga menuju proklamasi tersebut. Dalam sejarahnya proses dalam proklamasi mengalami beberapa frase. Bermula dari berita tentang kekalahan Jepang pada perang, pada tanggal 14 Agustus 1945. Sehingga para kaum muda memberikan pendapat untuk melaksanakan proklamasi sesegera mungkin. Sayangnya pendapat tersebut berbeda dengan kaum Tua. Kaum tua memilih untuk menunggu instruksi dari jepang. Karena saat itu jepang telah berjanji untuk memberikan kemerdekaannya bagi bangsa Indonesia. Akhirnya terjadilah peristiwa Rankasdengklok, dimana proses penculikan dua orang penting Indonesia yaitu Soekarno dan Hatta. Penculikan tersebut dilakukan oleh kaum muda. Akhirnya berkat peristiwa rankasdengklok serta peran serta kaum tua proklamasi dapat terlaksana.
Dari dua peristiwa besar tersebut kaum muda sangat berpengaruh dan menjadi tokoh utama. Dan berkat kaum muda juga Indonesia bisa mencapai kemerdekaan dari bangsa penjajah hingga saat ini. Tetap timbulah sejumlah pertanyaan. Apakah pemuda zaman sekarang juga dapat merubah peradaban dan menuliskan namanya dalam sejarah? Tentu saja jawabannya subjektif. Mungkin ada yang berkata YA dan ada yang berkata TIDAK ataupun BELUM. Semua itu tergantung oleh masing-masing pandangan individu.
Tetapi sejauh yang bisa saya lihat, sepertinya masih jauh untuk mencapai semua itu. Dalam kesehariannya para pemuda saat ini berbeda dengan pemuda zaman dulu. Dimana para pemuda zaman dahulu mempunyai tekat yang kuat untuk mencapai suatu tujuan. Mereka semua bersatu dan berseru untuk satu tujuan yaitu merdeka. Sedangkan pemuda zaman sekarang terlalu banyak menghamburkan waktu dan tenaga untuk hal yang seharusnya tidak dilakukan. Contohya saja para pelajar mereka banyak yang melakukan aksi tawuran. Untuk apa kegunaan tindakan tersebut? Kemudian banyak kaum muda yang terperangkap dalam jerat narkoba serta tindakan lain yang tidak seharusnya.
Kembali lagi kepada sumpah dari Bung Karno, jika beliau masih hidup pada zaman sekarang apakah beliau masih bisa berkata demikian? Sementara mental para pemuda bangsa sepertinya tidak menunjang untuk itu? Jika mental seperti sekarang mungkin tidak bisa, tetapi jika para pemuda bersatu padu. Para pemuda mempunyai suatu tujuan untuk mengubah bangsa bahkan mengubah dunia, saya yakin hal itu bisa terlaksana. Karna sesungguhnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Hanya saja perlu peran dari pemuda dalam hal positif untuk merubah itu semua.

Jumat, 14 Oktober 2011

Merdeka Tanahku Merdeka Negriku

disini saya akan mencoba untuk membagi suatu pengalaman. pada hari itu saya berada di rumah kediaman saya di daerah Bogor-Jawa Barat. karena iseng saya mencoba untuk ke lantai dua. di sana terdapat banyak buku milik ayah saya. sebenarnya saya tidak tertarik dengan buku-buku tersebut. karena kebanyakan adalah buku tentang matematika. sementara saya tidak menyukai pelajaran tersebut.

iseng-iseng saya membaca judul buku di sana. saya menemukan sebuah buku yang berjudul Merdeka Tanahku Merdeka Negriku 4 karya Purnawan Tjondronegoro.

saya tertarik dengan judul tersebut. covernya juga menggambarkan situasi tentara pada era kemerdekaan. ketika saya membuka lembar awal buku tersebut. disana ada ucapan "Kepada Patriot Bangsa dan Rakyat Indonesia yang Cinta kemerdekaan". lembar selanjutnya terdapat sambutan dari mantan presiden RI Soeharto (waktu itu masih menjabat sebagai presiden), Sri Sultan Hamengkubuwono, Kepala staf tentara angkatan darat, dan sambutan menteri dalam negri.

ketika membaca buku tersebut, ternyata isinya adalah tentang perjuangan rakyat indonesia yang diimpin oleh jenderal Soeharto untuk merebut Yogya yang pada saat itu sedang terjadi Agresi Militer Belanda II.di sana juga terdapat banyak sekali tokoh seperti Jenderal Soedirman. ada banyak cerita di dalamnya. termasuk diceritakan tentang wafatnya sang Jendral soedirman. selain itu juga rakyat Indonesia yang bersatu untuk mencapai satu kata "MERDEKA". walaupun diceritakan bahwa ada juga yang berkhianat dengan mendukung pihak musuh.

setelah membaca buku tersebut. saya menjadi bangga. Bangga karena saya adalah Indonesia. bangga karena saya mempunyai sejarah seperti itu. bangga karena rakyat indonesia bersatu. bangga karena para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk Indonesia.

tapi saya juga bersedih. karena pada jaman sekarang ini. sepertinya anak bangsa tidak begitu memperdulikan tentang sejarah bangsanya sendiri. apakah mereka mengetahui tentang sejarah bangsanya? apakah mereka mempunyai keyakinan seperti saat indonesia belum merdeka? apakah mereka mencintai bangsanya?

Jumat, 30 September 2011

Beruntunglah Orang yang Mempelajari Ilmu Sosial

Ilmu pengetahuan Sosial. Ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. sebenarnya beruntunglah orang-orang yang paham akan ilmu ini. karna ilmu sosial termasuk ilmu yang sukar dan membutuhkan analisis yang tinggi. ketika kita berbicara tentang ilmu sosial seperti sejarah, ekonomi, sosiologi, geografi bahkan politi, semuanya memerlukan pencernaan ilmu yang sangat baik. karena ilmu tersebut langsung terjun di dalam kehidupan masyarakat.

sejujurnya saya tidak setuju jika ada yang mengatakan bahwa Ilmu sosial di bawah Ilmu alam. karena keduanya sama-sama penting tidak ada yang lebih unggul. hanya saja ilmu alam adalah hal yang pasti. yang ilmu tersebut bisa dibuktikan langsung. contohnya gaya gravitasi bisa langsung dibuktikan. tetapi yang namannya ilmu sosial tidak bisa seperti itu. kita harus benar-benar mempelajari dan mengamati. ilmu sosial bukanlah ilmu berkomentar yang tidak berilmu. semua analisis dan hasil teori dilakukan melalui proses observasi, wawancara dan penelitian lainnya.

ilmu sosial bukanlah ilmu yang tidak berguna bahkan bisa dipandang dengan sebelah mata. kenapa? kita ambil contoh dari ilmu sejarah. ketika kita mempelajari tentang sejarah kita bisa belajar dari masa lalu untuk masa depan, kita bisa mengetahui tentang kehidupan masa lampau, bahkan kita bisa belajar mencintai negri kita sendiri.

ilmu sosial adalah ilmu yang penting. karena itu beruntunglah orang-orang yang bergelut dalam bidang ini. semuannya adalah orang-orang yang kritis.

Selasa, 27 September 2011

Sejarah, Filsafat, Sastra dan Biografi

Sejarah, filsafat, sastra dan Biografi adalah empat jenis buku yang menjadi dasar untuk kehidupan. keempat buah ilmu ini adalah ilmu wajib yang harus dikuasai oleh setiap orang. Jika satu saja hilang ataupun tidak dimiliki maka rasanya akan ada sesuatu yang kurang.
Sejarah adalah suatu ilmu yang mempelajari masa lampau dan mempunyai kronologis waktu tertentu. seseorang wajib memiliki ilmu ini. sejarah merupakan dasar seseorang mengetahui sejauh mana dia bisa mengetahui negeri tempat tinggalnya, bahkan dirinya sendiri. sejarah juga bisa membuat seseorang mencintai negerinya sendiri. bagaimana seseorang bisa mencintai negeri kelahiranya jika dia tidak mengenal sejarah bangsanya? sejarah juga mempunyai fungsi untuk memperbaiki kesalahan. kita bisa belajar banyak dari sejarah. dengan melihat sejarah kita bisa menentukan masa depan ke arah yang lebih baik.
Filsafat adalah ilmu tentang kehidupan. bagaimana seorang cendekiawan menafsirkan sesuatu dalam kehidupan terukir di sana. dari ilmu agama sampai ilmu sains semuanya terukir di filsafat. dengan filsafat kita bisa melihat ke dalam kehidupan. sehingga tidak salah dalam bertidak.
Biografi adalah kronologis perjalanan dari seorang tokoh besar. kita bisa belajar dari pengalamanya. berusaha tidak mengulangi kesalahanya dan berusaha untuk meniru apa yang telah dia berikan untuk masyarakat. dengan biografi kita mendapatkan bermacam-macam pembelajaran disana. kita bisa mengukur sejauh mana kita telah melangkah.
sastra berarti adalah sebuah tulisan yang berunsur keindahan. jiwa seni bisa tertuang disana. karna jika kita hanya menguasai tiga diatas itu terasa belum lengkap. dengan sastra kita melatih keindahan serta seni. komunikasi juga dilatih dalam sastra.
keempat unsur tersebut merupakan pokok dalam kehidupan. dengan menguasai keempat unsur tersebut kehidupan terasa ringan.

Jumat, 16 September 2011

perjalanan Bandung-Bogor

hari ini tanggal 16 september 2011, saat perjalananku pulang ke daerah Bogor. setelah sekian lamanya di Bandung untuk belajar. akhirnya bisa kembali ke daerah kelahiran.

berangkat dari daerah geger kalong jam setangah sepuluh pagi. naik angkutan umum, memutari kota Bandung kala itu. jalan yang dilalui lancar. hanya ketika di terminal saja aku menunggu hingga setengah jam di angkot. udah jam sebelas siang tapi belum ada tanda-tanda akan berangkat. udah panas disana cuman bisa ngeliat calon mahasiswa yang lagi ospek. segala pake topi dari bola. bawa sayuran dikalungin lah. ada-ada aja. pas saat itu aku mikir, ospek kan masa orientasi atau masa pengenalan, apa yang bisa dikenalin dari itu coba? itu kan ga mendidik, itu cuman jadi ajang balas dendam aja kan, tapi ga tau lah, mungkin budaya mereka kaya gitu.

jam 11an angkotnya jalan, dan ternyata cuman lima belas menit udah sampe. cuman nunggu angkot penuh aja yang setengah jam, pantes aja ya jalanan macet, orang pada ngetem semua. coba kalau ga ada angkot yang ngetem, penumpang seneng cepet ga perlu milih-milih angkot kan, terus polisi ga cape nertibin jalanan deh.

pas perjalanan di bus kebetulan aku duduk di deket jendela yang arahnya ke pinggir jalan. sepanjang salan keliatan sawah kebun pohon dll, sejuk banget perasaan itu. padahal ga semua orang punya anggapan yang sama. itu berarti bangsa Indonesia masih sadar diri, masih banyak pohon dan sawah, yang jadi ciri Indonesia.

sampe di Bogor kota yang aku banggain dari dulu, kenapa sekarang jadi beda ya. banyak gedung, angkot, macet hal-hal yang ga bisa dibanggain. sampah dimana-mana. kota Bogor kan lumayan dekat ke arah pusat ibukota tapi kenapa ga menunjukan kemajuan. kalau aja kota Bogor itu daerah mohenjo-daro harrapa pada zamanya, pasti udah jadi peradaban yang tinggi kan.