Halaman

Senin, 09 Januari 2012

dialog dengan pedagang candil

Saya mendapat pengalaman ketika tinggal di kota Bandung. pengalaman ini saya dapatkan ketika saya hendak membeli makanan. Saya berjalan ke arah Darul Tauhid. Di sana memang banyak sekali jajanan. saat itu adzan Ashar berkumandang. banyak orang-orang yang berjalan ke arah masjid untuk menunaikan shalat ashar.

pada saat itu saya sudah memutuskan untuk membeli lumpia basah dan candil. arah kedua jajanan ini memang tidak jauh. ketika saya melihat ke arah jajanan candil penjualnya tidak ada. yang ada hanya gerobaknya saja. dia meninggalkan barang dagangannya di pinggir jalan. saya tunggu beberapa saat sambil membeli lumpia basah.

setelah beberapa menit menunggu akhirnya penjual tersebut muncul juga. saya menghampiri tukang candil tersebut sambil berdialog dengannya.

"mas saya beli dong dua." kata saya.
"iya." kata penjual candil.
"mas-mas tadi shalat dulu ya?" kata saya
"Iya teh." kata penjual candil.
"dagangannya ditinggal?"
"iya ditinggal."
"nanti kalau ada yang ngambil gimana tuh?"
"ya ngga apa-apa ambil aja"

subhanallah! saya benar-benar kagum dengan pedagang candil tersebut. dia benar-benar seorang yang taat kepada agamanya. memang seharusnya sesibuk-sibuknya seseorang ketika saatnya shalat dia memang harus meninggalkan dagangannya.

sekarang ini memang banyak orang yang lebih mementingkan harta dibandingkan dengan agama. jika ditanya, "kenapa ngga shalat, kan sudah adzan?" pasti jawabannya "tanggung, nanti dagangan saya bagaimana."

dari dialog tersebut saya harap bisa mengambil hikmahnya. sesibuk apapun kita, jangan pernah kita meninggalkan shalat ataupun menomor duakan agama. karena dunia ini hanyalah sementara. yang kekal adalah akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar