Halaman

Jumat, 27 April 2012

apakah saya tidak memiliki jiwa nasionalisme?

Saya orang Indonesia, Lahir di Indonesia, Makan dari hasil petani Indonesia, Sekolah di Indonesia dan sampai sekarang pun saya masih tinggal di Indonesia. Hanya-cita saya saya memiliki keinginan yang cukup kuat untuk sekolah di Jepang. Saya juga menyukai kebudayaan yang berhubungan dengan negeri Sakura tersebut. pertanyaannya adalah, Apakah saya tidak memiliki jiwa nasionalisme?

sebelum itu, sebenarnya apakah nasionalisme itu? kalau jawabannya nasionalisme adalah cinta kepada tanah air. masa iya saya harus mencium tanah sama air? lalu apakah nasionalisme itu?

menurut saya pribadi nasionalisme itu ibarat vitamin C yang ada dalam buah jeruk. vitamin C tersebut tidak diketahui seperti apa bentuknya, tetapi menurut penelitian dan setiap orang pasti tahu kalau di dalam buah jeruk pasti ada vitamin C. seperti itulah gambaran akan nasionalisme. tidak terlihat dan tidak diketahui seperti apa bentuknya, tapi setiap orang pasti punya jiwa nasionalisme.

Nasionalisme juga bagaikan seseorang yang sedang jatuh cinta. Kita tidak tahu bagaimana bentuk dari cinta tersebut. tapi kita mengerti tentang cinta. kenapa? karena cinta itu berasal dari perasaan. sama seperti nasionalisme, itu juga merupakan sebuah perasaan.

kemudian bagaimana cara untuk menunjukan jiwa nasionalisme tersebut? apakah dengan cara "cinta tanah air" seperti saya sebutkan diatas. menurut saya tidak juga. saya akan memberikan gambaran. saya seorang mahasiswa jurusan pendidikan sejarah. seorang mahasiswa pasti memiliki rasa tanggung jawab terhadap negri ini, ketika pemimpin negeri ini memberikan suatu kebijakan yang memberatkan rakyat mahasiswa pasti berusaha untuk meluruskannya. kemudian berhubungan dengan pendidikan, suatu saat juga saya mungkin akan menjadi seorang guru. Guru bertanggung jawab untuk mencerdaskan masyarakat. kalau masyarakatnya cerdas segala permasalahan negeri ini bisa dibereskan. selain itu masyarakat tidak akan mudah ditipu bahkan oleh pemimpinnya sendiri. kemudian berhubungan dengan sejarah, dengan sejarah akan belajar mengenai masa lalu, belajar dari tokoh-tokoh dan keadaan masyarakat, sehingga bisa melakukan sesuatu yang lebih baik hari ini ataupun yang akan datang.

kalau dihubungkan dengan hal yang di awal, saya ingin sekolah di Jepang dan mempelajari kebudayaan Jepang untuk memajukan Indonesia. Jepang salah satu negara yang maju dan bisa mempertahankan kebudayaannya yang tinggi. maka dari itu jika saya mempelajari itu, saya ingin Indonesia maju. bukan menjadi negara Jepang secara keseluruhan. tetapi nilai-nilai yang baik dan faktor kemajuannya dapat diambil oleh negeri kita.

Minggu, 22 April 2012

Apa si yang Menarik dari Sejarah

Aku pertama kali belajar sejarah itu dari kelas tiga atau empat sekolah dasar. Pada waktu itu yang aku tahu, sejarah menceritakan mengenai kerajaan-kerajaan, tahun dan semacamnya.
Ketika SMP sejarah merupakan mata pelajaran yang paling aku benci. Kalau dipikir-pikir untuk apa si menghafat Trikora, nama raja-raja yang sudah jelas tidak ada, kemudian menghafal nama pahlawan, serta membahas peristiwa masa lalu. Bukankah jika kita terus melihat masa lalu kita tidak akan maju?
Ternyata semua itu berubah ketika aku duduk di bangku SMA. Ibu Mustika guru sejarah kelas satu membuat aku menyukai sejarah. Entah cara apa yang dilakukannya sehingga aku menjadi suka. Sepertinya waktu itu aku dibuat untuk aktif dan sering bertanya mengenai mata pelajaran tersebut yang menurut saya menarik untuk dibahas.
Sejujurnya aku bukan orang yang tertarik dengan mata pelajaran yang menggunakan hitungan serta rumus yang akhir-akhirnya hanya terdapat satu jawaban. Aku ingin berbeda dari orang lain. Sejarah menuntunku untuk memiliki jalan yang berbeda. Sejarah juga membuatku berfikir abstrak serta seperti sedang menyusun potongan puzzle acak yang tercecer-cecer. Saat aku mempelajari sejarah aku seperti berpindah ruang dan waktu, melewati sebuah lorong waktu sehingga terjebak dalam peristiwa yang terjadi. Perang, perpindahan kekuasaan, cara seseorang memimpin, serta seperti memiliki banyak pengalaman yang sangat-sangat menarik. Padahal saat itu aku sedang duduk, tetapi jiwaku dibawa melayang menuju suatu peristiwa unik, menarik dan mendebarkan.
Sejak dulu, aku menyukai cerita detektif ataupun cerita misteri. Salah satu cerita yang sangat aku sukai adalah Detektif Conan. Dalam cerita itu sang detektif berusaha mencari kebenaran kasus melalui penemuan bukti-bukti yang ada. Dan menyusun urutan kejadian yang terjadi serta pengungkap kebenaran dalam kasus tersebut.
Aku pikir seperti itulah gambaran sejarah. Sejarawan merupakan seorang detektif yang bertugas mencari kebenaran dari peristiwa yang terjadi di masa lampau. Kasus tersebut diibaratkan sebagai sebuah rangkaian peristiwa masa lalu. Penuh misteri serta menggoda untuk diungkapkan. Bukti-bukti sejarah yang ada berbentuk artefak, serta peninggalan-peninggalan lain yang berserakan. Setelah itu sejarawan akan berusaha menghubungkan bukti-bukti yanga ada hingga menjadi satu dan kemudian menganalisis peristiwa tersebut. Analisis itu dipublikasikan menjadi serangkaian peristiwa sejarah yang harus dipertanggung jawabkan. Maka dari itu sejarawan merupakan seorang detektif yang berusaha mencari kebenaran sebuah peristiwa yang telah terjadi di masa lampau.
Bagi diriku mengungkap suatu peristiwa sejarah merupakan suatu hal yang sangat sangat menarik. Berbagai misteri yang ada pada sejarah berusaha memanggilku. Mereka menunggu untuk dianalisis dan dipaparkan. Bukti-bukti yang berserakan bagaikan potongan-potongan puzzle yang sangat ingin aku satukan. Setelah semuanya selesai ada suatu kepuasan sendiri dalam menyelesaikan peristiwa sejarah tersebut.
Satu hal yang sangat menarik adalah sebagai seorang muslim pedoman hidupku adalah Ak-Quran. Kandungan dalam Al-Quran sejumlah ¾ bagiannya merupakan sejarah. Dari situ aku menyadari bahwa sejarah merupakan sesuatu yang sangat penting. Ada apa dalam sejarah? Mengapa demikian?

Apa si yang Menarik dari Sejarah

Aku pertama kali belajar sejarah itu dari kelas tiga atau empat sekolah dasar. Pada waktu itu yang aku tahu, sejarah menceritakan mengenai kerajaan-kerajaan, tahun dan semacamnya.
Ketika SMP sejarah merupakan mata pelajaran yang paling aku benci. Kalau dipikir-pikir untuk apa si menghafat Trikora, nama raja-raja yang sudah jelas tidak ada, kemudian menghafal nama pahlawan, serta membahas peristiwa masa lalu. Bukankah jika kita terus melihat masa lalu kita tidak akan maju?
Ternyata semua itu berubah ketika aku duduk di bangku SMA. Ibu Mustika guru sejarah kelas satu membuat aku menyukai sejarah. Entah cara apa yang dilakukannya sehingga aku menjadi suka. Sepertinya waktu itu aku dibuat untuk aktif dan sering bertanya mengenai mata pelajaran tersebut yang menurut saya menarik untuk dibahas.
Sejujurnya aku bukan orang yang tertarik dengan mata pelajaran yang menggunakan hitungan serta rumus yang akhir-akhirnya hanya terdapat satu jawaban. Aku ingin berbeda dari orang lain. Sejarah menuntunku untuk memiliki jalan yang berbeda. Sejarah juga membuatku berfikir abstrak serta seperti sedang menyusun potongan puzzle acak yang tercecer-cecer. Saat aku mempelajari sejarah aku seperti berpindah ruang dan waktu, melewati sebuah lorong waktu sehingga terjebak dalam peristiwa yang terjadi. Perang, perpindahan kekuasaan, cara seseorang memimpin, serta seperti memiliki banyak pengalaman yang sangat-sangat menarik. Padahal saat itu aku sedang duduk, tetapi jiwaku dibawa melayang menuju suatu peristiwa unik, menarik dan mendebarkan.
Sejak dulu, aku menyukai cerita detektif ataupun cerita misteri. Salah satu cerita yang sangat aku sukai adalah Detektif Conan. Dalam cerita itu sang detektif berusaha mencari kebenaran kasus melalui penemuan bukti-bukti yang ada. Dan menyusun urutan kejadian yang terjadi serta pengungkap kebenaran dalam kasus tersebut.
Aku pikir seperti itulah gambaran sejarah. Sejarawan merupakan seorang detektif yang bertugas mencari kebenaran dari peristiwa yang terjadi di masa lampau. Kasus tersebut diibaratkan sebagai sebuah rangkaian peristiwa masa lalu. Penuh misteri serta menggoda untuk diungkapkan. Bukti-bukti sejarah yang ada berbentuk artefak, serta peninggalan-peninggalan lain yang berserakan. Setelah itu sejarawan akan berusaha menghubungkan bukti-bukti yanga ada hingga menjadi satu dan kemudian menganalisis peristiwa tersebut. Analisis itu dipublikasikan menjadi serangkaian peristiwa sejarah yang harus dipertanggung jawabkan. Maka dari itu sejarawan merupakan seorang detektif yang berusaha mencari kebenaran sebuah peristiwa yang telah terjadi di masa lampau.
Bagi diriku mengungkap suatu peristiwa sejarah merupakan suatu hal yang sangat sangat menarik. Berbagai misteri yang ada pada sejarah berusaha memanggilku. Mereka menunggu untuk dianalisis dan dipaparkan. Bukti-bukti yang berserakan bagaikan potongan-potongan puzzle yang sangat ingin aku satukan. Setelah semuanya selesai ada suatu kepuasan sendiri dalam menyelesaikan peristiwa sejarah tersebut.
Satu hal yang sangat menarik adalah sebagai seorang muslim pedoman hidupku adalah Ak-Quran. Kandungan dalam Al-Quran sejumlah ¾ bagiannya merupakan sejarah. Dari situ aku menyadari bahwa sejarah merupakan sesuatu yang sangat penting. Ada apa dalam sejarah? Mengapa demikian?